Senin, 24 Maret 2014

Entrepreneurship


Istilah Entrepreneurship pertama kali diperkenalkan oleh  Richard Catilon (1755), berasal dari kata Entreprende dalam bahasa perancis, yang secara harfiah berarti perantara. Awalnya istilah ini digunakan untuk mereka yang membeli barang dan menjualnya kembali dengan harga yang berbeda. istilah ini semakin populer setelah digunakan oleh Jean Baptista Say (1803), seorang pakar ekonomi, untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu meningkatkan sumber daya ekonomis dari tingkat produktifitas rendah ke tingkat produktifitas yang lebih tinggi (Winardi, 2003). Pendapatnya erat terkait dengan banyaknya penemuan baru yang mendukung produksi pada abad 18 tersebut, antara lain penemuan mesin uap, mesin pemintal, dan sebagainya. Bersama dengan waktu, semakin banyak ahli yang membahas kewirausahaan dari berbagai sudut pandang dan mencetuskan definisi yang berbeda-beda tentang entrepreneurship. Beberapa definisi tersebut antara lain :
Richard Cantillon (1775) memahami kewirausahaan secara klasik sebagai ‘bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausaha membeli barang pada saat ini dengan harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga yang tida menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian (Winardi, 2003).
Entrepreneurship Center at Miami Universitas of Ohio mencetuskan pengertian kewirausahaan sebagai proses mengindentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, atau cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
Sementara itu, bapak manajemen modern, Peter F.Drucker mengemukakan pendapatnya tentang Entrpreneurship sebagai kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seseorang wirausaha adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
Senada dengan pendapat Drucker, Zimmerer mendefinisikan Entrepreneurship sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). Begitu juga pendapat Robert D Hisrich & Michael P. Peter (2005), Entrepreneurship adalah proses penciptaan sesuatu yang baru atau pemberian nilai baru dengan menggunakan waktu dan upaya yang diperlukan, menanggung resiko keuangan, fisik, serta resiko sosial yang mengiringi, menerima imbalan moneter yang dihasilkan, serta kepuasan dan kebebasan pribadi. Tercakup didalamnya adalah metode menstimulasi individu di dalam organisasi yang mempunyai pemikiran bahwa dia dapat melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda dan dengan hasil yang lebih baik (Hisrich & Peters, 2005)             
John Kao (1991:14) dalam Sudjana (2004:131) menyebutkan bahwa “Entrepreneurship adalah sikap dan perilaku wirausaha”. Wirausaha ialah orang yang inovatif, antisipatif, inisiatif, pengambil risiko dan berorientasi laba. Ini berarti kewirausahaan merupakan sikap dan perilaku orang yang inovatif, antisipatif, inisiatif, pengambil risiko dan berorientasi laba.
 Entrepreneurship adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah kepada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar (Inpres No. 4 tahun 1995).
Kedua definisi tentang entrepreneurship tadi nampak memiliki kesamaan, yakni tiga-tiganya mengemukakan adanya sikap dan perilaku yang terkandung dalam kewirausahaan. Dari sini dapat diketahui bahwa kewirausahaan pada dasarnya merupakan sikap dan perilaku seseorang dalam melakukan suatu kegiatan. Kendati demikian, ada pakar lain yang juga mengemukakan konsep kewirausahaan dilihat dari sisi yang sedikit berbeda.
Winarto (2004:2-3) menyebutkan bahwa Entrepreneurship (kewirausahaan) adalah suatu.proses melakukan sesuatu yang baru dan berbeda dengan tujuan menciptakan kemakmuran bagi individu dan memberi nilai tambah pada masyarakat. Sejalan dengan hal itu Hisrich-Peter (1995:10) dalam Alma (2004:26) memaparkan:
“Entrepreneurship is the process of creating something different with value by devoting the necessary time and effort, assuming the accompanying financial, psychic, and social risk, and receiving the resulting rewards of monetary and p ersonal satisfaction and independence.”  
Dengan kata lain entrepreneurship digambarkan sebagai suatu proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan risiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.
Berkaitan dengan itu, Suryana (2003:10) menerangkan bahwa istilah kewirausahaan dari terjemahan entrepreneurship, yang dapat diartikan sebagai ‘the backbone of economy’, yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai ‘tailbone of economy’, yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Suharto Wirakusumo, 1997:1).  Secara etimologi, kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative).
Ada juga pendapat yang menitikberatkan pada faktor manajemen dari kewirausahaan, sebagaimana dinyatakan oleh Izedonmi and Okafor (2007) :
Entrepreneurship is a process of identification of a business opportunity in one’s immediate environment, combining together resources and establishing an enterprise for the production and distribution of product(s) or service that emanated from such process
Dari beberapa penjelasan yang telah disebutkan dapat diketahui bahwa, entrepreneurship mempunyai lingkup yang cukup luas dan dinamis sifatnya. Adapun yang menjadi titik berat dari definisi kewirausahaan yang telah disebutkan di atas, ialah adanya proses dan sesuatu yang baru sebagai hasil kreatifitas yang disertai dengan risiko tertentu.
Dengan demikian sebenarnya aktivitas kewirausahaan tidak hanya berada dalam tataran micro economy, melainkan masuk juga sebagai pemain ekonomi makro. Dominasi aspek ekonomi yang melekat pada aktivitas kewirausahaan nampaknya menjadi salah satu penyebab beberapa pakar yang senantiasa mengaitkan kewirausahaan dengan kegiatan usaha secara praktis dan pragmatis.
Sejauh ini, juga telah terdapat definisi mengenai entrepreneurship yang mepertimbangkan perspektif bisnis manajerial dan personal. Stevenson, Roberts, dan Grousbeck (1994) memandang entrepreneurship sebagai suatu pendekatan manajemen dan mendefinisikannya sebagai “pengejaran peluang tanpa memperhatikan sumber daya yang dikendalikan saat ini”. Schraam (2006) mendefinisikan entrepreneurship sebagai proses seseorang atau sekelompok orang memikul resiko ekonomi untuk menciptakan organisasi baru yang akan mengeksploitasi teknologi baru atau proses inovasi yang menghasilkan nilai untuk orang lain. Baringer&Ireland (2008) medefinisikan entrepreneurship sebagai proses seorang individu mengejar peluang tanpa memperhatikan sumber daya yang dimiliki saat ini.
Hisrich, Peters, dan Shepherd (2008) memberikan definisi entrepreneurship sebagai “proses penciptaan kekayaan incremental. Karena entrepreneurship ditemui di semua profesi, definisi di atas dipandang terbatas. Hisrich et al (2008) memberikan definisi yang telah mengakomodir semua tipe perilaku entrepreneurship sebagai “proses menciptakan sesuatu yang baru, yang bernilai, dengan memanfaatkan usaha dan waktu yang diperlukan, dengan memperhatikan resiko sosial, fisik, dan keuangan, dan menerima imbalan dalam bentuk uang dan kepuasan personal serta independensi”.
Definisi entrepreneurship oleh Hisrich et al (2008) di atas menekankan empat aspek dasar bagi seorang entrepreneur, yakni (1) entrepreneurship melibatkan proses penciptaan, ialah menciptakan sesuatu yang baru. Penciptaan harus memiliki nilai baik untuk entrepreneur dan audiensnya. (2) entrepreneurship memerlukan waktu dan usaha. Hanya mereka yang melalui proses entrepreneurship menghargai waktu dan usaha yang mereka gunakan untuk menciptakan sesuatu yang baru. (3) entrepreneurship memiliki resiko tertentu. Resiko ini mengambil berbagai bentuk pada area keuangan, psikologi, dan social. (4) entrepreneurship melibatkan imbalan sebagai entrepreneur, imbalan yang paling penting adalah independensi, diikuti oleh kepuasan pribadi.
B.        Karakteristik Entrepreneurship
Menurut Izedonmi dan Okafor (2007), individu berkarakteristik wirausaha memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi peluang dan menggerakkan sumber daya untuk mencapaitujuannya. Menurut Koh (1996) sebagaimana dikutip dalam Izedonmi dan Okafor (2007), karakteristik wirausaha diidentifikasi sebagai inti utama perilaku dan kinerja seorang wirausaha.
Kedua pakar tersebut kemudian mencatat pula beberapa pendapat para ahli terdahulu mengenai karakteristik yang dimiliki oleh seoranng wirausaha, sebagai berikut:
1. Kebutuhan (motivasi) berprestasi (McClelland, 1961),
2. Lokus kendali (Rotter, 1966),
3. Pengambilan Risiko (Brockhaus, 1980),
4. Proaktif (Crant, 1996),
5. Toleransi terhadap ketidakpastian (Betaman and Grant, 1993), dan
6. Kreativitas (Drucker, 1985)
Peggy A Lambing & Charles R Kuehl (dalam Hendro dan Chandra, 2006) menyatakan bahwa setiap wirausahawan (entrepreneur) yang sukses memiliki empat unsur pokok, yaitu:
a. Kemampuan (hubungannya dengan IQ dan skill)
b. Keberanian (hubungannya dengan Emotional Quotient dan mental)
c. Keteguhan hati (hubungannya dengan motivasi diri)
d. Kreatifitas yang memerlukan sebuah inspirasi sebagai cikal bakal ide untuk menemukan peluang berdasarkan intuisi (hubungannya dengan experience).
Geoffrey G.Meredith et al (2002:5-6) mengemukakan daftar ciri-ciri dan sifat-sifat sebagai profil wirausaha sebagaimana tersusun dalam tabel II.2.b.

Tabel 1
Ciri-ciri dan Watak Entrepreneur
Ciri – Ciri
Watak
Percaya Diri
Keyakinan, ketidaktergantungan, individualitas, optimis.
Berorientasi pada tugas dan hasil
Kebutuhan akan prestasi, berorientasi laba, ketekunan, ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, dan inisiatif.
Pengambilan Resiko
Kemampuan mengambil resiko, suka pada tantangan.
Kepemimpinan
Bertingkah laku sebagai pemimpin, mudah bergaul, menanggapi saran dan kritik.
Keorisinilan
Inovatif dan kreatif, fleksibel, mengetahui banyak.
Orientasi masa depan
Pandangan jauh ke depan.
Sumber : Geoffrey G.Meredith at al, 2002:5-6.
Ciri-ciri entrepreneurship yang dikemukakan di atas menunjukkan bahwa intisari karakteristik seorang wirausaha ialah kreatifitas. Oleh karena itu, dapat dikemukakan bahwa seorang wirausaha dapat dibentuk, bukan lahir begitu saja. Jelaslah bahwa kewirausahaan pada dasarnya merupakan jiwa dari seseorang yang diekspresikan melalui sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif untuk melakukan suatu kegiatan. Adapun orang yang memiliki jiwa tersebut tentu saja dapat melakukan kegiatan kewirausahaan atau menjadi pelaku kewirausahaan atau lebih dikenal dengan sebutan wirausaha (entrepreneur). Sebaliknya, yang tidak memiliki jiwa demikian tentu tidak bisa disebut sebagai wirausaha meskipun melakukan kegiatan bisnis.
Menurut Frederick et al (2006), 17 Karekteristik yang melekat pada diri entrepreneur adalah sebagai berikut :
  1. Komitmen total, determinasi dan keuletan hati
Entrepreneur adalah mereka yang memiliki komitmen total dan determinasi untuk maju sehingga dapat mengatasi berbagai hambatan. Kesulitan yang timbul tidak memadamkan semangat entrepreneur untuk terus berkreasi dan berinovasi.
  1. Dorongan kuat untuk berprestasi
Entrepreneur adalah orang yang berani memulai sendiri, tidak terlalu bergantung pada orang lain, yang digerakkan oleh keinginan kuat untuk berkompetisi, melampaui standar yang ada dan mencapai sasaran.
  1. Berorientasi pada kesempatan dan tujuan
Entrepreneur yang sukses adalah mereka yang fokus pada peluang yang ada. Mereka memulai usaha dari peluang, memanfaatkan sumber daya yang ada serta menerapkan struktur dan strategi secara tepat. Mereka menetapkan standar yang tinggi untuk tujuan tetapi masih dapat dicapai.
  1. Inisiatif dan tanggung jawab
Entrepreneur adalah pribadi yang independen, bergantung pada dirinya sendiri dan secara aktif mengambil inisiatif. Mereka suka mengambil inisiatif untuk memecahkan masalah.
  1. Pengambilan keputusan yang persisten
Entrepreneur adalah mereka yang tidak mudah terintimidasi oleh situasi yang sulit. Mereka adalah pribadi yang percaya diri dan optimis.
  1. Mencari umpan balik
Entrepreneur yang efektif adalah pembelajar yang cepat. Tidak seperti kebanyakan orang, mereka memiliki keinginan kuat untuk mengetahui bagaimana mereka bertindak dengan benar dan memperbaiki kinerjanya. Umpan balik adalah sentral dari pembelajaran seorang entrepreneur.
  1. Internal locus of control
Entrepreneur yang sukses meyakini diri mereka sendiri. Mereka tidak percaya bahwa keberhasilan atau kegagalan dipengaruhi oleh takdir, keberuntungan dan kekuatan serupa lainnya. Mereka percaya bahwa pencapaian yang dipeloreh merupakan hasil pengendalian dan pengaruh diri. Entrepreneur juga meyakini bahwa mereka dapat mengendalikan lingkungan melalui berbagai aktivitas yang dilakukan.
  1. Toleransi terhadap ambiguitas
Entrepreneur selalu menghadapi kondisi ketidakpastian. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi yang diperlukan untuk memetakan situasi. Entrepreneur dengan toleransi yang tinggi terhadap ambiguitas akan menanggapi kondisi tersebut dengan upaya-upaya terbaik untuk mengatasinya.
  1. Pengambilan resiko yang terkalkulasi
Entrepreneur bukanlah penjudi. Ketika mereka terlibat dalam suatu bisnis, mereka telah memperhitungkan dengan pemikiran yang matang. Mereka selalu menghindari untuk mengambil resiko yang tidak perlu.
10.  Integritas dan reliabilitas
Karakteristik ini merupakan kunci kesuksesan relasi antara pribadi dan bisnis yang membuat entrepreneur dapat bertahan lama.
11.  Toleransi terhadap kegagalan
Kegagalan adalah hal yang biasa bagi entrepreneur. Hal ini merupakan bagian dari pengalaman pembelajaran. Entrepreneur yang efektif adalah mereka yang cukup realistis dalam menghadapi kesulitan. Mereka tidak menjadi kecewa, terpukul atau depresi ketika mengalami kegagalan. Sebaliknya, mereka terus mencari kesempatan karena mereka menyadari bahwa banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kegagalan daripada keberhasilan.
12.  Energi tingkat tinggi
Entrepreneur sering menghadapi beban kerja yang berat dan tingkat stres yang tinggi. Hal ini merupakan hal biasa. Entrepreneur selalu memiliki energi yang tinggi untuk menghadapinya.
13.  Kreatif dan Inovatif
Entrepreneur yang sukses adalah mereka yang kreatif dan inovatif. Kreatifitas dapat dipelajari dan dilatih serta merupakan kunci sukses dalam struktur ekonomi masa kini.
14.  Visi
Entrepreneur mengetahui arah bisnis yang akan dijalani. Visi dikembangkan sepanjang waktu yang menentukan eksistensi bisnis mereka di masa depan.
15.  Independen
Entrepreneur menginginkan kebebasan dalam mengembangkan bisnis. Mereka tidak menginginkan birokrasi yang membelenggu yang dapat menghambat aktivitasnya.
16.  Percaya diri dan optimis.
Entrepreneur selalu menghadapi berbagai tantangan tetapi hal itu tidak membuat, kehilangan kepercayaan diri dan pesimis. Entrepreneur selalu percaya diri dan optimis bahwa mereka dapat mengatasi berbagai kesulitan yang menghadang.
17.  Membangun tim
Meskipun entrepreneur selalu menginginkan otonomi tetapi tidak membatasi keinginannya untuk membangun tim entrepreneurship yang kuat. Entrepreneur yang sukses membutuhkan tim yang handal yang dapat menangani pertumbuhan dan perkembangan usaha.
Sementara itu, Barringer dan Ireland (2008) mendeskripkan empat karakteristik utama yang dimiliki entrepreneur sukses. Keempat karakter tersebut adalah :
  • Hasrat yang kuat terhadap bisnis.
Karakteristik ini mendeskripsikan kepercayaan entrepreneur bahwa bisnis secara positif akan mempengaruhi kehidupan manusia dan menjadikan dunia lebih baik untuk ditinggali. Hal ini juga menjelaskan mengapa banyak eksekutif yang telah mapan meninggalkan pekerjaanya dan memulai bisnisnya sendiri.
  •  Fokus pada produk dan pelanggan.
Karakteristik ini menekankan betapa pentingnya seorang entrepreneur untuk memahami dua elemen penting dalam bisnis yaitu bisnis dan pelanggan. Entrepreneur memiliki obsesi untuk menawarkan produk yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
  • Keuletan meskipun menghadapi kegagalan.
Kegagalan adalah hal yang biasa dalam berbisnis, apalagi jika entrepreneur memulai bisnisnya yang baru. Beberapa jenis usaha membutuhkan serangkaian eksperimentasi sebelum sukses diraih. Kegagalan dan kemunduran menjadi bagian dari proses yang mesti dihadapi. Entrepreneur sukses memiliki keuletan dan kegigihan untuk menghadapi situasi tersebut.
  • Kepandaian dalam eksekusi.
Bisnis yang sukses tak lepas dari kepandaian entrepreneur mengimplementasikan berbagai rencananya ketika usaha mulai berjalan. Pepatah China kuno menyatakan bahwa “memuka sebuah bisnis adalah mudah, tapi untuk membuatnya terus buka, adalah sulit. Entrepreneur harus dapat memadukan berbagai aktivitas: mengeksekusi ide menjadi model bisnis yang riil, membangun kebersamaan tim, membangun kemitraan, mengelola keuangan, memimpin, memotivasi karyawan dan sebagainya.
(Wijatno,S. 2009, Pengantar Entrepreneurship, Jakarta, PT Gramedia Widiarsarana.)
Berangkat dari semua teori tentang karakteristik wirausahawan di atas, konsep karakteristik wirausahawan yang menjadi pemahaman dalam penelitian ini adalah ciri mentalitas khusus berupa kemampuan, kecenrendungan, sifat, perilaku, dan habit yang mempengaruhi orientasi individu terhadap wirausaha, dan mendukung kegiatan, kelancaran, serta keberhasilan dalam berwirausaha. Dari sekian banyak karakteristik wirausahawan yang diungkapkan para ahli tersebut diatas, yaitu kepercayaan diri, terobsesi oleh peluang, toleransi terhadap resiko, serta kreatifitas dan inovasi.

Minggu, 16 Maret 2014

RANCANGAN AD / ART KOPERASI IPP PWKT BATAM

ANGGARAN DASAR
BAB I
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN JANGKA WAKTU

Pasal 1

(1)           Badan Usaha Koperasi ini bernama KOPERASI  IKATAN PEMUDA PEMUDI PAGUYUBAN WARGA  KARANGANYAR TENTERAM BATAM disingkat dengan nama KOPERASI IPP PWKT BATAM  dan selanjutnya dalam Anggaran Dasar disebut KOPERASI.

(2)           Koperasi berkedudukan di            :  Taman Batuaji Indah 2 Blok D No 14 RT 03 RW 07
Kelurahan                                  :  Sagulung Kota
Kecamatan                                 :  Sagulung
Kotamadya                                 :  Batam
                                                   Propinsi Kepulauan Riau
                                                

(3)           Koperasi ini didirikan dalam jangka waktu tidak terbatas sesuai dengan tujuannya terhitung mulai disahkan sebagai Badan Hukum. 

BAB II
LANDASAN, AZAS DAN PRINSIP

Pasal 2

(1)           Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

(2)           Koperasi berazaskan kekeluargaan.

(3)           Koperasi melaksanakan prinsip sebagai berikut :
a.       Keanggotaan dilakukan sukarela dan terbuka
b.       Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
c.       Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
d.       Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
e.       Kemandirian.
f.         Pendidikan perkoperasian.
g.       Kerjasama antar Koperasi.


BAB III
FUNGSI, PERAN DAN USAHA

Pasal 3

(1)           Koperasi berfungsi untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota Koperasi IPP PWKT Batam  khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.

(2)           Koperasi berperan :
a.       Secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
b.       Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan ketahanan Perekonomian Nasional dan Koperasi sebagai soko gurunya.
c.       Berusaha untuk memajukan dan mengembangkan perekonomian Nasional yanag merupakan usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.  

(3)           Koperasi bertujuan mewujudkan kesejahteraan anggota Koperasi IPP PWKT Batam pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

(4)           Untuk mencapai tujuannya, maka Koperasi menyelenggarakan usaha sebagai berikut :
a.       Menyelenggarakan Usaha Unit Simpan Pinjam untuk anggota Koperasi IPP PWKT Batam
b.       Menyediakan kebutuhan Primer dan Sekunder untuk anggota Koperasi IPP PWKT Batam dan masyarakat.
c.       Menyelenggarakan usaha perdagangan dan jasa.

BAB IV
KEANGGOTAAN

Pasal 4

(1)           Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa.

(2)           Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindahtangankan.

(3)           Yang dapat diterima menjadi anggota Koperasi adalah Warga Negara Indonesia yang memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
a.       Mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum (dewasa, tidak dalam perwalian dan sebagainya.
b.       Bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia.
c.       Sebagai anggota Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram..
d.       Telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib sebagaimana yang dimaksud pasal 33 ayat (1) dan ayat (3).
e.       Telah menyetujui isi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan Perkoperasian yang berlaku.

(4)           Setiap anggota mempunyai kewajiban :
a.       Mematuhi anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Keputusan-keputusan Rapat Anggota.
b.       Membayar Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan Simpanan lainnya yang diputuskan oleh Rapat Anggota.
c.       Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan  oleh Koperasi.
d.       Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan azas kekeluargaan.
e.       Menanggung kerugian sesuai dengan ketentuan Pasal 37.

(5)           Setiap anggota mempunyai hak :
a.       Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam Rapat Anggota.
b.       Memilih dan atau dipilih menjadi anggota Pengurus dan Pengawas.
c.       Meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan Pasal 11 ayat (2) huruf
d.       Mengemukakan pendapat dan saran kepada Pengurus di luar Rapat Anggota baik diminta maupun tidak diminta.
e.       Mendapatkan pelayanan yang sama antar sesama anggota.
f.         Meminta keterangan mengenai perkembangan Koperasi.
g.       Mendapatkan bagian Sisa Hasil Usaha sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota terhadap Koperasi.
h.       Mendapatkan bagian sisa hasil usaha penyelesaian pembubaran Koperasi.

(6)           Keanggotaan Koperasi mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam Buku Daftar Anggota.

(7)           Seseorang yang akan masuk menjadi anggota Koperasi harus :
a.       Mengajukan surat permintaan kepada Pengurus.
b.       Bilamana Pengurus menolak permintaan dimaksud pada huruf a, maka Pengurus segera memberikan surat penolakannya paling lambat 2 (dua) minggu setelah diterimanya surat permintaan tersebut.

(8)           Keanggotaan berakhir, bilamana anggota :
a.       Meninggal dunia.
b.       Minta berhenti atas permintaan sendiri.
c.       Diberhentikan oleh Pengurus karena tidak memenuhi syarat keanggotaan.
d.       Diberhentikan oleh Pengurus karena tidak mengindahkan kewjibannya sebagai anggota, atau berbuat sesuatu yang merugikan Koperasi.

(9)           Berakhirnya keanggotaan mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam Buku Daftar Anggota

(10)    Permintaan berhenti sebagai anggota harus diajukan secara tertulis kepada Pengurus.

(11)    Seseorang yang diberhentikan oleh Pengurus dapat meminta pertimbangan dalam Rapat Anggota berikutnya.

BAB V
ANGGOTA LUAR BIASA

Pasal 5

Yang dapat diterima menjadi anggota Luar Biasa adalah Warga Negara Indonesia dan orang per orang yang mempunyai hubungan kerja/mitra kerja dengan Koperasi serta memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
a.             Mampu melakukan tindakan hukum (dewasa dan tidak berada dalam perwalian);
b.             Telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib;
c.             Telah menyetujui isi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan-peraturan Perekonomian yang masih berlaku.

Pasal 6

(1)           Seseorang yang akan masuk menjadi anggota Luar Biasa harus mengajukan surat permintaan tertulis kepada Pengurus. Dalam waktu yang telah ditentukan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan, Pengurus harus memberikan jawaban apakah permintaan itu diterima atau ditolak.

(2)           Permintaan berhenti menjadi Anggota Luar Biasa harus diajukan secara tertulis kepada Pengurus.

(3)           Anggota Luar Biasa mulai berlaku dan hanya dapat buktikan dengan catatan dalam Buku Daftar Anggota

(4)      Keanggotaan    bagi      Luar     Biasa    tidak     dapat dipindah-tangankan kepada orang lain dengan dalih apapun juga.

Pasal 7

Keanggotaan berakhir bagi anggota Luar Biasa sama dengan berakhirnya keanggotaan Koperasi sebagaimana ketentuan Pasal 4 ayat (8) Anggaran Dasar ini.

Pasal 8

Setiap Anggota Luar Biasa mempunyai kewajiban yang sama dengan anggota Koperasi sebagaimana dalam ketentuan Pasal 4 ayat (4). Anggaran Dasar ini.

Pasal 9

Setiap Anggota Luar Biasa mempunyai hak yang sama dengan anggota Koperasi sebagaimana dalam ketentuan Pasal 4 ayat (5), kecuali
a.             Tidak memberi suara (tidak mempunyai hak suara) dalam Rapat Anggota.
b.             Tidak mempunyai hak memilih/dipilih menjadi anggota Pengurus dan Pengawas.
c.             Tidak mempunyai hak untuk meminta diadakannya Rapat Anggota.

BAB VI
RAPAT ANGGOTA

Pasal 10

(1)           Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi.

(2)           Rapat Anggota diselenggarakan paling sedikit sekali dalam 1 (satu) tahun yang disebut sebagai Rapat Anggota Tahunan.

(3)           Rapat Anggota Tahunan diselenggarakan untuk membahas dan mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus dan pelaksanaannya paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku lampau.

Pasal  11

(1)           Selain Rapat Tahunan sebagaimana dimaksud pada Pasal 10 ayat (3), Koperasi dapat menyelenggarakan Rapat Anggota Luar Biasa apabila keadaannya mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada Rapat Anggota.

(2)           Rapat Anggota Luar Biasa dapat diselenggarakan atas kehendak
a.       Pengurus
b.       Pengawas
c.       Atas permintaan tertulis minimal 50 % (lima puluh perseratus) dari jumlah anggota.

Pasal 12

(1)           Pada dasarnya Rapat Anggota sah bila dihadiri lebih dari separuh dari Anggota.

(2)           Jika Rapat Anggota tidak memenuhi ketentuan dalam ayat (1) di atas, maka diadakan penundaan. Rapat Anggota ditunda untuk beberapa waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari dan bila Rapat ke dua tidak juga memenuhi syarat tersebut, maka Rapat Anggota dapat dilaksanakan dan sah bila dihadiri 30 % (tiga puluh perseratus) dari jumlah anggota koperasi.

Pasal 13

Rapat Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggungjawaban Pengurus serta Pengawas tentang pengelolaan Koperasi.

Pasal 14

Hari, tanggal, waktu dan tempat serta acara Rapat Anggota diberitahukan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelumnya kepada Anggota.

Pasal 15

(1)           Keputusan Rapat Anggota diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat.

(2)           Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah, maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.

(3)           Dalam hal pemungutan suara setiap anggota mempunyai hak 1 (satu) suara.

BAB VII
PENGURUS

Pasal 16

(1)           Pengurus Koperasi dipilih dari dan oleh Anggota dalam Rapat Anggota

(2)           Yang dapat dipilih menjadi Pengurus adalah Anggota yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a.       Mempunyai sifat perilaku jujur dan baik di dalam maupun di luar Koperasi.
b.       Mempunyai wawasan yang luas, pengetahuan serta keterampilan kerja yang baik.

(3)           Pengurus dipilih untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun.

(4)           Anggota Pengurus yang masa jabatannya telah berakhir dapat dipilih kembali.

(5)           Bila seorang Anggota Pengurus berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, maka melalui Rapat  Pengurus  dapat mengangkat pengantinya, akan tetapi pengangkatan itu disahkan oleh Rapat Anggota berikutnya.

Pasal 17

(1)           Pengurus terdiri atas sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang.

(2)           Terhadap pihak ketiga maka yang berlaku sebagai Anggota Pengurus hanyalah mereka yang dicatat selaku itu dalam Rapat Anggota Daftar Pengurus.

Pasal 18

(1)           Pengurus bertugas untuk :
a.       Mengelola Koperasi dan usahnya.
b.       Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama Koperasi.
c.       Mewakili Koperasi dihadapan dan di luar pengadilan.
d.       Menyelenggarakan dan memelihara Buku Daftar Anggota, Daftar Pengurus dan buku-buku lainnya yang diperlukan.
e.       Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib dan teratur.
f.         Menyelenggarakan Rapat Anggota.
g.       Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugasnya.
h.       Mengajukan Rancangan Rencana Kerja dan Racangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi.

(2)           Pengurus atas persetujuan Rapat Anggota dapat mengangkat Manager dan Karyawan sebagai pengelola usaha Koperasi.

(3)           Tugas Pokok masing-masing anggota Pengurus ditetapkan dalam Rapat Pengurus.

Pasal 19

(1)           Pengurus harus segera mengadakan catatan pada waktunya dalam Daftar Anggota tentang masuk dan berhentinya Anggota.

(2)           Pengurus harus segera mengadakan catatan pada waktunya tentang dimula dan berhentinya jabatan Pengurus.

(3)           Pengurus harus berusaha agar anggota mengetahui akibat pencatatan dalam Buku Daftar Anggota.

(4)           Setiap anggota Pengurus harus memberikan bantuan kepada Pengawas dan Pemeriksa yang diberi tugas untuk itu guna melaksanakan tugasnya, dan ia diwajibkan untuk memberikan keterangan yang diperlukan serta memperhatikan segala buku warkat, persediaan barang, alat-alat perlengkapan/inventaris dan uang yang ada pada Koperasi.

(5)           Tiap Anggota Pengurus harus berusaha agar pengawasan dan/atau pemeriksaan sebagaimana tersebut dalam Pasal 24 ayat (5) tidak dihambat baik disengaja atau tidak disengaja oleh anggota Pengurus, Manager maupun Karyawan.

Pasal 20

(1)           Pengurus diwajibkan agar setiap kejadian penting dicatat sebagaimana mestinya.

(2)           Pengurus wajib memberitahukan pada anggota tiap kejadian penting yang mempengaruhi jalannya Koperasi.

Pasal 21

(1)           Pengurus wajib memberitahukan laporan kepada Pemerintahan tentang keadaan serta perkembangan organisasi dan usaha Koperasi sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.

(2)           Pengurus diwajibkan berusaha agar segala laporan pemeriksaan Koperasi dapat diketahui oleh setiap anggota Pengawas dan Pemerintah.

(3)           Pengurus diwajibkan berusaha supaya ketentuan dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Khusus dan Keputusan Rapat Anggota lainnya diketahui dan dipahami oleh anggota.

(4)           Pengurus diwajibkan untuk memelihara kerukunan diantara para anggota dan mencegah hal yang menyebabkan timbulnya perselisihan paham.

(5)           Perselisihan yang timbul hanya menyangkut kepentingan Koperasi atau dalam hubungannya sebagai anggota harus diselesaikan oleh Pengurus dengan jalan damai tanpa memihak salah satu pihak.

(6)           Pengurus wajib melaksanakan segala ketentuan dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Khusus dan Keputusan Rapat Anggota.

Pasal 22

(1)           Pengurus menanggung kerugian yang diderita Koperasi sebagai akibat kelalaian dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

(2)           Jika kelalaian itu mengenai sesuatu yang termasuk pekerjaan beberapa orang Anggota Pengurus, maka karena itu mereka bersama-sama menanggung kerugian tadi untuk seluruhnya, akan tetapi Anggota Pengurus bebas dari tanggungannya jika ia dapat membukti bahwa kerugian tadi bukan karena kesalahannya serta ia telah berusaha dengan segera dan secukupnya untuk mencegah kelalaiannya tadi.

Pasal 23

(1)           Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya, Pengurus berwenang untuk menggunakan fasilitas, sarana maupun dana yang tersedia sesuai dengan Anggota.

(2)           Pengurus berhak menerima imbalan jasa sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

(3)           Pengurus berhak menerima bagian Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

BAB VIII
PENGAWAS

Pasal 24

(1)           Pengawas dipilih dari dan oleh Anggota dalam Rapat Anggota

(2)           Pengawas bertanggungjawab kepada Rapat Anggota.

(3)           Yang dapat dipilih menjadai Pengawas adalah Anggota yang memenuhi syarat-sebagai berikut :
a.       Mempunyai sifat dan perilaku yang baik, di dalam maupun di luar Koperasi
b.       Mempunyai wawasan yang luas, pengetahuan serta keterampilan yang baik terutama dibidang pengawasan.

(4)           Pengawas dipilih untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun.

(5)           Pengawas bertugas untuk :
a.       Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan Koperasi sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.
b.       Membuat laporan tertulis pengawasannya dan disampaikan kepada Pengurus dengan tembusan kepada Pemerintah.

Pasal 25

(1)           Dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya, Pengawas berwenang untuk menggunakan fasilitas, sarana maupun dana yang tersedia sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

(2)           Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya, Pengawas berwenang untuk meneliti segala catatan, berkas, barang-barang, uang serta bukti-bukti lainnya yang ada pada Koperasi.

(3)           Pengawas berhak menerima imbalan jasa sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

Pasal 26

(1)           Bila pengelolaan Koperasi dilakukan secara professional dengan mengangkat direksi/Manager, maka unsur Pengawas dapat ditiadakan atau diadakan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan melalui Rapat Anggota, dengan demikian fungsi pengawasan menjadi tugas dan tanggungjawab Pengurus.

(2)           Terhadap pihak ketiga, maka mereka yang melakukan pengawasan dan/atau pemeriksaan atas Koperasi dan juga Dewan Penasehat diharuskan merahasiakan segala sesuatu tentang keadaan Koperasi yang didapatkannya dalam melakukan tugasnya.

BAB IX
PENGELOLA KOPERASI

Pasal 27

(1)           Pengelola Koperasi diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus berdasarkan keputusan Rapat Pleno Pengurus dan Pengawas.

(2)           Tugas, wewenang, tanggungjawab, gaji serta pendapatan lainnya atas Pengelola ditetapkan dalam suatu kontrak kerja.

(3)           Khusus Pengelola Usaha Simpan Pinjam seperti dimaksud pada Pasal 3 ayat (4) butir a dilaksanakan secara terpisah dari unit usaha lainnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam.

(4)           Modal tetap awal pendirian unit Usaha Simpan Pinjam minimal Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) yang berasal dari bagian modal Koperasi dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengurus Koperasi.

(5)           Modal tetap yang ditetapkan pada Usaha Simpan Pinjam tersebut tidak dapat diambil kembali oleh Pengurus Koperasi selama Usaha Simpan Pinjam melakukan kegiatan usahnya.

(6)           Apabila Pengelola adalah perorangan, maka Pengelola tersebut harus memenuhi persyaratan :
a.       Tidak pernah melakukan tindakan tercela dalam bidang keuangan dan atau dihukum karena terbukti melakukan tindak pidana dibidang keuangan.
b.       Memiliki akhlak dan moral yang baik.
c.       Memiliki keahlian dibidangnya.

(7)           Apabila Pengelola lebih dari 1 (satu) orang, maka Pengelola tersebut harus memenuhi persyaratan :
      Sekurang-kurangnya 50 % (lima puluh per seratus) dari jumlah Pengelola wajib mempunyai keahlian dibidang keuangan atau pernah mengikuti pelatihan dibidang Usaha Simpan Pinjam atau magang dalam Usaha Simpan Pinjam.


(8)           Apabila Pengelola tersebut merupakan Badan Usaha, maka Pengelola tersebut wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a.       Memiliki kemampuan keuangan yang memadai
b.       Memiliki tenaga manajerial yang memadai.

(9)           Pendapatan dari unit Usaha Simpan Pinjam dapat dipergunakan :
a.       Biaya penyelenggaraan unit Usaha Simpan Pinjam.
b.       Pemupukan modal unit Usaha Simpan Pinjam.

(10)    Sisa Hasil Usaha setelah dikurangi cadangan dan dana pendidikan, diserahkan kepada Koperasi yang bersangkutan untuk dibagikan kepada Anggota menurut ketentuan yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB X
DEWAN PENASEHAT

Pasal 28

(1)           Untuk kepentingan Koperasi, Rapat Anggota dapat mengangkat Dewan Penasehat

(2)           Rapat Anggota dapat mengangkat anggota atau orang bukan anggota yang mempunyai keahlian sesuai dengan kepentingan Koperasi untuk menjadi Dewan Penasehat.

(3)           Anggota Dewan Penasehat tidak menerima gaji, tetapi dapat diberikan uang jasa atau honorarium sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

(4)           Apabila Anggota Dewan Penasehat bukan anggota koperasi maka Anggota Dewan Penasehattersebut  tidak mempunyai hak suara dalam Rapat Anggota maupun Rapat Pengurus.

(5)           Dewan Penasehat dapat memberi saran atau pendapat kepada Pengurus untuk kemajuan Koperasi baik diminta maupun tidak diminta.

BAB  XI
PEMBUKUAN KOPERASI

Pasal 29

(1)           Tahun Buku Koperasi mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.

(2)           Koperasi wajib menyelenggarakan pembukuan tentang badan usahanya.

(3)           Koperasi wajib pada setiap tutup tahun buku mengadakan Laporan Keuangan dalam bentuk Neraca dan perhitungan rugi/laba.

(4)           Laporan keuangan dalam bentuk Neraca dan Perhitungan Rugi/Laba wajib dilaporkan dalam rapat anggota.

BAB  XII
KEADAAN KOPERASI TIDAK DIRAHASIAKAN

Pasal 30

Pada waktu kantor dibuka, maka Pengurus dapat memberi kesempatan kepada :
a.             Setiap anggota untuk menelaah Akta Pendirian dan Akta Perubahan tanpa biaya, dan untuk mendapatkan salinnya atau petikannya dengan membayar ongkos menyalin seperlunya.
b.             Setiap anggota dan Pejabat Instansi yang berwenang untuk menelaah buku, catatan-catatan dan perhitungan keuangan serta laporan pemeriksaan tanpa biaya, dan untuk mendapatkan salinnya atau petikannya dengan membayar ongkos menyalin seperlunya.

BAB  XIII
MODAL BADAN USAHA KOPERASI

Pasal 31

(1)           Modal Koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.

(2)           Modal sendiri dapat berasal dari :
a.       Simpanan Pokok
b.       Simpanan Wajib.
c.       Simpanan  Khusus
d.       Dana Cadangan
e.       Hibah

(3)           Modal pinjaman dapat berasal dari :
a.       Anggota
b.       Koperasi Lain
c.       Bank lembaga keuangan lainnya
d.       Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya.
e.       Sumber lainnya yang sah

Pasal 32

Selain modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Koperasi dapat pula melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan.

BAB  XIV
SIMPANAN ANGGOTA

Pasal 33

(1)           Setiap Anggota harus menyimpan atas namanya pada Koperasi, Simpanan Pokok sebesar Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah)

(2)           Uang Simpanan Pokok harus dibayarkan sekaligus, akan tetapi Pengurus dapat mengijinkan anggota untuk membayar dalam sebanyak-banyaknya 4 (empat) kali angsuran bulanan.

(3)           Setiap anggota harus menyimpan atas namanya pada Koperasi, Simpanan Wajib yang jumlahnya ditetapkan dalam Rapat Anggota.

(4)           Setiap anggota digiatkan untuk menyimpan dalam bentuk/atau jenis lainnya atas dasar keputusan Rapat Anggota.

(5)           Pada waktu keanggotaan berakhir, Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib merupakan suatu tagihan atas Koperasi sebesar jumlahnya secara kumulatif, jika perlu dikurangi dengan bagian tanggungan kerugian.

Pasal 34

(1)           Uang Simpan Pokok dan Simpanan Wajib tidak dapat diminta kembali selama Anggota belum berhenti sebagai Anggota

(2)           Uang simpanan dalam bentuk atau jenis lainnya selain Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib dapat diminta kembali sesuai dengan Keputusan Rapat Anggota atau menurut perjanjian.

Pasal 35

Apabila keanggotaan berakhir menurut Pasal 4 ayat (6), maka uang Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib setelah dipotong dengan bagian tanggungan kerugian yang ditetapkan, dikembalikan kepada yang berhak dengan segera dan selambat-lambatnya dalam 1 (satu) bulan kemudian.  

BAB  XV
SISA HASIL USAHA

Pasal 36

(1)           Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun buku dikurangi dengan biaya penyusutan dan kewajiban-kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

(2)           Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dari usaha Koperasi dibagikan kepada Anggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing Anggota Koperasi setelah dikurangi cadangan, dana pendidikan, dana pengurus, dana karyawan, dana pembangunan daerah kerja dan dana sosial. Prosentase atas masing-masing dituangkan dalam Anggaran Rumah Tangga Koperasi melalui keputusan Rapat Anggota.

BAB  XVI
TANGGUNGAN ANGGOTA

Pasal 37

(1)           Bilamana Koperasi dibubarkan dan pada penyelesaiannya ternyata kekayaan Koperasi tidak mencukupi untuk melunasi segala perjanjian dan kewajibannya, maka sekalian Anggota diwajibkan menanggung kerugian masing-masing terbatas pada Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib yang seharusnya telah disetor oleh Anggota yang bersangkutan pada Koperasi serta modal penyertaan yang dimiliki.

(2)           Kerugian yang diderita oleh Koperasi pada akhir suatu tahun buku ditutup dengan uang cadangan.

(3)           Bilamana kerugian tersebut dalam ayat (2) tidak dapat dipenuhi, maka Rapat Anggota dapat memutuskan untuk membebaskan bagian kerugian yang belum terpenuhi ditutup atau diperhitungkan dengan Sisa Hasil Usaha tahun-tahun yang akan datang. 

BAB VII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Pasal 38

(1)           Perubahan Anggaran Dasar Koperasi dapat dilakukan apabila mempunyai alasan  yang kuat dan dibutuhkan oleh Anggota dalam rangka meningkatkan efesiensi usaha Koperasi dan kepentingan Anggota

(2)           Perubahan Anggaran Dasar Koperasi dapat dilakukan berdasarkan  keputusan Rapat Anggota dan tuangkan dalam Berita Acara Rapat Anggota Perubahan Anggaran Dasar Koperasi

(3)           Perubahan Anggaran Dasar Koperasi yang menyangkut perubahan bidang usaha struktur permodalan, tanggungan Anggota, nama Koperasi, penggabungan atau pembagian Koperasi perlu pengesahan dari Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Batam.

(4)           Perubahan Anggaran dasar Koperasi yang tidak menyangkut ayat (3) tersebut tidak perlu mendapatkan pengesahan dari Kepala Dinas Kopersi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Batam tetapi harus ditetapkan dengan keputusan Rapat Anggota.

(5)           Keputusan Rapat Anggota tersebut ayat (4) wajib dilaporkan kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Batam  oleh Pengurus Koperasi paling lambat 1 (satu) bulan sejak Perubahan Anggaran Dasar dilakukan.

(6)           Pengurus Koperasi dapat mengumumkan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi tersebut ayat (4) dalam media massa setempat paling lambat dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak perubahan dilakukan. Pengumuman tersebut dilakukan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dengan tenggang waktu selama paling kurang 45 (empat puluh lima) hari.

(7)           Sahnya Rapat Perubahan Anggaran Dasar bilamana dihadiri sekurang-kurangnya ¾ (tiga per empat) dari jumlah Anggota.

(8)           Sahnya Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar bilamana disetujui sekurang-kurangnya ¾ (tiga per empat) dari jumlah anggota yang hadir.

BAB  XVIII
PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN

Pasal 39

Pembubaran Koperasi dapat dilakukan berdasarkan :
a.             Keputusan Rapat Anggota
b.             Keputusan Pemerintah

Pasal 40

(1)           Dengan memperhatikan Pasal 11 Anggaran Dasar ini, maka Rapat Anggota Luar Biasa dapat mengambil keputusan untuk membubarkan Koperasi.

(2)      Keputusan Pembubaran Koperasi dimaksud diberitahukan kepada kreditor.

(3)      Selama      pemberitahuan          keputusan       pembubaran Koperasi belum diterima oleh Kreditor maka pembubaran Koperasi belum berlaku baginya.

Pasal  41

Keputusan Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf  b  dilakukan apabila  :
a.             Terdapat bukti-bukti bahwa Koperasi yang bersangkutan tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Perkoperasian.
b.             Kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan.
c.             Kelangsungan hidupnya tidak dapat diharapkan lagi.

Pasal  42

Untuk kepentingan Kreditor dan para Anggota Koperasi, terhadap pembubaran Koperasi dilakukan penyelesaian pembubaran yang selanjutnya disebut penyelesaian.

Pasal  43

(1)           Penyelesaian dilakukan oleh penyelesaian pembubaran yang selanjutnya disebut Penyelesai.

(2)           Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan Rapat Anggota, Penyelesai ditunjuk oleh Rapat Anggota dan bertanggungjawab kepada Kuasa Rapat Anggota.

(3)           Untuk penyelesaian berdasarkan Keputusan Pemerintah, Penyelesai ditunjuk oleh Pemerintah dan bertanggungjawab kepada Pemerintah.

(4)           Selama dalam proses penyelesaian, Koperasi tersebut tetap ada dengan sebutan “Koperasi dalam Penyelesaian”.

Pasal  44

Penyelesaian mempunyai hak, wewenang dan kewajiaban sebagai berikut :
a.             Melakukan segala pembuatan hukum untuk dan atas nama “Koperasi dalam Penyelesaian”.
b.             Mengumpulkan segala keterangan yang diperlukan.
c.             Memanggil Anggota dan bekas Anggota tertentu, Pengurus serta Pengawas baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama.
d.             Memperoleh, memeriksa dan menggunakan catatan-catatan sertaa arsip Koperasi.
e.             Menetapkan dan melaksanakan segala kewajiban pembayaran yang didahulukan dari hutang lainnya.
f.               Menggunakan sisa kekayaan Koperasi untuk menyelesaikan sisa kewajiban Koperasi.
g.             Membagikan sisa hasil penyelesaian kepada Anggota.
h.             Membuat Berita Acara Penyelesaian.

BAB  XIX
P E M B I N A A N

Pasal  45

(1)           Pemerintah menciptakan dan mengembangkan iklim serta kondisi yang mendorong pertumbuhan dan pemasyarakatan Koperasi.

(2)           Pemerintah memberikan bimbingan, kemudahan dan perlindungan kepada Koperasi.

BAB  XX
SANKSI – SANKSI

Pasal 46

(1)           Setiap Anggota yang melanggar Pasal 4 ayat (4) huruf  a,b, dan c  dilakukan sanksi sebagai berikut :
a.       Tidak membayar Simpanan Wajib dan simpanan lainnya sesuai dengan keputusan Rapat Anggota, dikenakan sanksi secara bertahap dari peringatan pertama, kedua dan ketiga, skorsing dan pemberhentian dengan tidak hormat.
b.       Tidak berpartisipasi dalam kegiatan usaha selama satu tahun buku, dikenakan sanksi secara bertahap mulai peringatan, skorsing dan pemberhentian dengan tidak hormat.
c.       Tidak melaksanakan kewajiban dalam transaksi usaha, dikenakan sanksi secara bertahap mulai dari peringatan, skorsing dan pemberhentian dengan tidak hormat.

(2)           Rapat Anggota dapat memutuskan untuk memberhentikan Pengurus yang tidak melaksanakan Pasal 18 ayat (1) dan (2), Pasal 19 dan Pasal 20 Anggaran Dasar ini.

(3)           Rapat Anggota dapat memutuskan untuk memberhentikan Pengawas yang tidak melaksanakan Pasal 24 ayat (5) Anggaran Dasar ini.

(4)           Sanksi-sanksi tersebut dalam ayat (1), (2), dan (3) tidak menutup kemungkinan adanya penuntutan oleh Kopearsi sesuai dengan hukum yang berlaku.

(5)           Sanksi yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur kemudian dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB  XXI
P E N U T U P

Pasal 47

(1)           Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus yang tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.

(2)           KOPERASI IKATAN PEMUDA PEMUDI PAGUYUBAN WARGA KARANGANYAR BATAM  ini didirikan pada tanggal Lima bulan April  tahun Dua Ribu Empat Belas  di Kota Batam oleh kami selaku Pendiri yang nama, alamat dan pekerjaannya seperti tersebut dibawah ini :

1.             Nama                : Kun Sri Harto ,SE 
Alamat                   : Taman Batuaji Indah 2 Blok D No 14 RT 03 RW 07 Kelurahan Sagulung Kota  Kecamatan Sagulung Kota Batam.
               Pekerjaan          : Pegawai Negeri Sipil

2.             Nama                : Anjarwati ,SPd
        Alamat        :       Taman Batuaji Indah 2 Blok D No 14 RT 03 RW 07 Kelurahan Sagulung Kota  Kecamatan Sagulung Kota Batam.
                                          Rt. 008/09 Kel. Bungur Kec. Senen, 
                                          Jakarta Pusat
       Pekerjaan                  : Wira Usaha

3.             Nama                : YUNI PURWANTO
               Alamat               :
      Pekerjaan                   :

4.             Nama                :  KUN SRI HARTATI
               Pekerjaan          :

5.             Nama                : MURWOTO ARIYANTO
      Alamat                       
               Pekerjaan          :

6.             Nama                :PRIHATIN
               Alamat              
               Pekerjaan          :

7. dst-20 anggota

ANGGARAN RUMAH TANGGA
KOPERASI IKATAN PEMUDA PEMUDI PAGUYUBAN WARGA KARANGANYAR TENTERAM BATAM

PENDAHULUAN

Team Penyusun Anggaran Rumah Tangga dan peraturan khusus atas kuasa Rapat Anggota tahunan tanggal 15 Maret 2014

Nama    :
1.   KUN SRI HARTO ,SE
2.     YUNI PURWANTO
3.      KUN SRI HARTATI,SPd
4.      ANJARWATI SPd
5.       
6.       
7.       
8.       
9.       
10.    


BAB I
UMUM

Pasal 1

Anggaran Rumah Tangga memuat peraturan pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar pasal 47.

Pasal 2

Anggaran Rumah Tangga ini tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar.

Pasal 3

Anggaran Rumah Tangga  hanya dapat dirubah, ditambah atau dikurangi dengan ketentuan rapat Anggota dengan memperhatikan pasal 1 ART ini.

BAB II
USAHA

Pasal 4

Sesuai dengan bunyi Akte Pendirian Koperasi Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam adalah koperasi perdagangan dan jasa, dengan pengertian dapat melaksanakan usaha-usaha :
a.             Menyelenggarakan Usaha Unit Simpan pinjam untuk anggota
b.             Menyelenggarakan usaha dalam bidang kebutuhan primer dan sekunder untuk anggota dan masyarakat yang meliputi :
1.       Percetakan dan Potocopy
2.       Jasa pemeliharaaan dan kebersihan
3.       Jasa Angkutan
4.       Jasa Telekomunikasi
5.       Jasa-Boga
6.       Perdagangan
7.       Jasa Pelatihan dan pengembangan UKM dan Koperasi
8.       Jasa Pemasaran

BAB III
KEANGGOTAAN

Pasal 5

(1)           Yang dapat diterima menjadi anggota Koperasi Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram  adalah Anggota Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam
(2)           Yang dimaksudkan dengan keanggotaan koperasi adalah : Anggota biasa, Anggota luar biasa dan Anggota kehormatan.

(3)           Anggota biasa adalah Anggota IPP PWKT Batam
(4)           Anggota luar biasa adalah anggota keluarga (istri/suami) dari anggota biasa
(5)           Anggota kehormatan adalah anggota luar biasa yang berjasa kepada koperasi menurut penilaian pengurus koperasi.

Pasal 6

(1)           Persyaratan anggota sesuai Pasal 4 ayat 3 Anggaran Dasar

(2)           Mengisi formulir keanggotaan

(3)           Bila pengurus menolak permintaan menjadi anggota, pengurus koperasi akan mengembalikan formulir pendaftaran disertai surat pengantar penolakan

Pasal 7

(1)           Keanggotaan  berakhir sesuai pasal 4 ayat 8 Anggaran Dasar

(2)           Meminta berhenti atas permintaan  sendiri secara tertulis, maka hak-haknya sebagai  anggota koperasi dikembalikan kecuali simpanan pokok.

(3)           Diberhentikan oleh pengurus dikarenakan ;
a.       Tidak membayar iuran wajib 6 kali berturut-turut
b.       Terbukti melakukan tindakan yang melanggar hukum  yang sudah mendapatkan keputusan tetap dari pengadilan

BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal 8

(1)           Kewajiban anggota biasa
a.       Mematuhi pasal 4 ayat 4 Anggaran Dasar Koperasi Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam
b.       Membayar simpanan wajib sebesar Rp.50.000,- setiap bulan
c.       Hadir  dalam setiap rapat anggota

(2)           Kewajiban Anggota Luar biasa
a.       Mematuhi pasal 4 ayat 4 Anggaran Dasar koperasi Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam

b.       Membayar simpanan wajib sebesar Rp. 50.000,- setiap bulan

(3)            Kewajiban Anggota Kehormatan :
a.       Kewajiban seperti pasal 6 ayat 1 atau ayat 2 di atas bersifat tidak mengikat bagi Anggota Kehormatan.
b.       Memberikan saran-saran demi kemajuan koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam


Pasal 9

(1)           Hak Anggota  Biasa sesuai pasal 4 ayat 5 Anggaran Dasar koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam


(2)           Hak anggota Luar Biasa
a.        sesuai   padal  4    ayat 5 Anggaran Dasar koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam


b.        sesuai pasal 9 Anggaran Dasar koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam



(3)           Hak Anggota Kehormatan
a.       Mendapatkan SHU sesuai dengan besarnya simpanan bila ada atas nama yang bersangkutan
b.       Sesuai pasal 9 Anggaran koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam



BAB VI
RAPAT-RAPAT

Pasal 10

Rapat Koperasi Karyawan Melati Darma Persada diselenggarakan dalam bentuk :
a.             Rapat Anggota
b.             Rapat Anggota Luar Biasa
c.             Rapat Perwakilan
d.             Rapat Pengurus

Pasal 11

Rapat anggota sekurang-kurangnya terdiri dari Rapat Anggota Tahunan, rapat Pergantian Pengurus dan Pengawas:

(1)           Rapat Anggota Tahunan sebagaimana tercantum dalam Pasal 10 dan Pasal 24 Anggaran Dasar :
a.        Diadakan selambat-lambatnya pada bulan Maret setiap tahun
b.        Pengurus mempersiapkan laporan semua kegiatan tahunan koperasi
c.        Pengurus menyampaikan laporan keuangan dan pertanggung jawaban, rancangan rencana kerja dan rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi Karyawan Melati Darma Persada, kepada para anggota selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum rapat tahunan diadakan.
d.        Pengawas memberikan laporan kegiatan pengawasan tahunan kepada anggota selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum rapat tahunan diadakan
e.        Agenda rapat tahunan membahas dan mengesahkan antara lain : laporan pertanggung jawaban, rancangan rencana kerja, pengesahan Anggaran pendapatan belanja dan ART.

(2).     Rapat   anggota  tahunan  diadakan oleh pengurus dan dipimpin oleh Ketua, tetapi Ketua dapat menunjuk anggota pengurus lain untuk memimpin rapat.

(3).     Rapat Pergantian Pengurus dan Pengawas sebagaimana tercantum dalam pasal 16 dan Pasal  24 Anggaran Dasar :
a.    Diadakan selambat-lambatnya  bulan Maret setiap 3 tahun
b.   Pengurus  mempersiapkan   laporan  semua  kegiatan 3 tahunan
c.    Pengurus telah mengirim berkas laporan keuangan dan pertanggung jawaban tahun sebelumnya, dan rekomendasi pengembangan Koperasi, kepada para anggota 2 minggu sebelum rapat tahunan diadakan.
d.   Pengawas memberikan laporan kegiatan pengawasan tahun sebelumnya dan rekomendasi pengawasan, kepada anggota 2 minggu sebelum rapat tahunan diadakan.

(4).     Rapat pergantian Pengurus dan Pengawas diadakan oleh pengurus dan dipimpin oleh salah satu anggota yang dianggap mampu dan disetujui oleh rapat anggota.

Pasal 12

Rapat Anggota Luar Biasa sebagaimana tercantum dalam pasal 11  Anggaran Dasar koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batamdiselenggarakan  apabila :
a.             Ketua Pengurus mengundurkan diri atau berhalangan tetap
b.             Pengurus koperasi dinilai menyimpang dari Anggaran Dasar  dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam

c.             Koperasi tidak berjalan sebagaimana mestinya
d.             Hal-hal lain yang berhubungan dengan keberadaan Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram batam  dimana Dasar koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batamberada

Pasal 13

Rapat Perwakilan adalah rapat Anggota yang diselenggarakan dengan cara perwakilan.
(1)           Perwakilan didasarkan atas unit-unit usaha di koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam
(2)           Jumlah wakil dari setiap unit ditentukan secara proporsional
 (3)           Anggota perwakilan dari unit tidak bersifat tetap

Pasal 14

(1)           Rapat Perwakilan diselenggarakan apabila Rapat Anggota sebagaimana tercantum Pasal 12 ayat (2) dalam Anggaran dasar tidak terpenuhi

(2)           Rapat perwakilan sebagaimana ayat 1 pasal ini dianggap sah apabila dihadiri seluruh anggota perwakilan


(3)           Keputusan yang diambil dalam rapat sebagaimana ayat 1 pasal ini, memiliki kekuatan hukum yang sama dengan rapat anggota.

(4)           Rapat perwakilan juga diselenggarakan untuk :
a.       Pembahasan dan pengesahan pengembangan usaha
b.       Pembahasan Rancangan rencana kerja koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam
c.       Pembahasan dan pengesahan Perubahan besarnya pinjaman anggota
d.       Pembahasan dan pengesahan perubahan besarnya Simpanan Wajib
e.       Pembahasan rancangan perubahan AD/ART

(5)           Rapat perwakilan sebagaimana ayat 4 pasal ini dianggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah perwakilan.

Pasal 15

(1)           Rapat Pengurus adalah rapat yang dilakukan oleh Pengurus dan diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali dalam 3 bulan.

(2)           Rapat pengurus meliputi :
a.       Membahas  dan menyelesaikan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi Koperasi
b.       Memutuskan Anggota yang masuk dan keluar
c.       Mempertimbangkan dan memutuskan permintaan pinjaman
d.       Evaluasi mengenai usaha baru
e.       Persiapan membuka usaha baru
f.         Persiapan penyelenggaraan Rapat Anggota
g.       Menyusun rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan belanja koperasi
h.       Menyusun laporan pertanggung jawaban kegiatan dan keuangan

Pasal 16

(1)           Setiap rapat harus melalui undangan tertulis selambat-lambatnya 6 hari sebelum rapat
(2)           Setiap peserta rapat wajib mengisi daftar hadir yang disediakan
(3)           Setiap rapat harus dibuatkan risalah rapat

Pasal 17

(1)           Keputusan rapat diambil sesuai dengan pasal 12 ayat 2 anggaran dasar dan pasal 15 anggaran dasar
(2)           Apabila ayat 1 pasal ini tidak terpenuhi maka keputusan rapat diambil melalui pemungutan suara dengan cara tertutup untuk keputusan yang menyangkut orang dan terbuka untuk keputusan lainnya.

BAB VI
P E N G U R U S

Pasal 18

(1)      Pengurus   koperasi  sesuai   dengan  pasal  16 Anggaran Dasar
(2)      Yang berhak menjadi anggota pengurus  Koperasi adalah anggota biasa Dasar koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam yang keanggotaannya sekurang-kurangnya 3 tahun

Pasal 19

(1)      Susunan   pengurus  sesuai  dengan   pasal   17 Anggaran Dasar
(2)      Kepengurusan      sekurang-kurangnya   terdiri   atas   Ketua,    Sekretaris, Keuangan/Bendahara.
(3)      Jumlah anggota pengurus koperasi disesuaikan dengan perkembangan koperasi dan kebutuhan

Pasal 20

(1)      Ketua pengurus koperasi dapat dipilih kembali sebanyak-banyaknya 2 kali atau 2 periode

(2)      Kriteria calon Ketua Pengurus Koperasi terdiri dari :
a.    Memahami tentang perkoperasian
b.  Sekurang-kurangnya  tamat  Sekolah Lanjutan Tingkat  Atas (SLTA)
c.    Memiliki   kemampuan    manajerial    dan    jiwa kewirausahaan
d.   Sekurang-kurangnya diusulkan oleh 10 % dari jumlah anggota
e.   Bersedia mengikuti tahapan proses pemilihan

BAB VII
PENGELOLAAN KOPERASI

Pasal 21

(1)           Pengangkatan dan pemberhentian Manager dan Karyawan koperasi ditetapkan melalui rapat pengurus.

(2)           Persyaratan dan kriteria manajer dan karyawan koperasi ditetapkan melalui rapat pengurus dengan ketentuan sebagai berikut :
a.       Sesuai Pasal 27 ayat 6
b.       Untuk Manajer pendidikan terakhir sekurang-kurangnya SLTA
C.       Pengalaman kerja sekurang-kurangnya 2 tahun

(3)      Hubungan kerja dan imbalan/gaji ditetapkan melalui rapat pengurus

BAB VIII
P E N G A W A S

Pasal 22

(1)           Sesuai dengan pasal 24, 25 dan 26 Anggaran Dasar
(2)           Pengawas dipilih dari anggota biasa Koperasi Dasar koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam
(3)           Pengawas dapat dipilih kembali
(4)           Pemilihan Ketua Pengawas dapat dipilih melalui rapat anggota perwakilan apabila dalam rapat anggota belum memutuskan.
(5)           Salah satu Anggota Pengawas/Ketua harus memiliki Kualifikasi minimal D3
(6)           Besarnya honorarium ditentukan oleh pengurus dengan pertimbangan kondisi dan kemampuan keuangan koperasi.

BAB IX
DEWAN PENASEHAT

Pasal 23

(1)           Sesuai dengan pasal 28 Anggaran Dasar
(2)           Besarnya honorarium apabila disetujui oleh rapat anggota ditentukan oleh pengurus dengan pertimbangan kondisi dan kemampuan keuangan koperasi

BAB X
PEMBUKUAN KOPERASI

Pasal 24

Pembukuan Koperasi sesuai dengan Pasal 29 Anggaran Dasar diselenggarakan dengan ketentuan :

(1)            Disusun berdasarkan laporan pembukuan dari unit-unit usaha koperasi yang ada dengan mengacu kepada standar yang lazim .
(2)            Pemeriksaan laporan keuangan dalam bentuk Neraca dan Perhitungan Lab/Rugi Koperasi Karyawan  Koperasi Dasar koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batamditambah laporan lainnya yang dibutuhkan dilakukan oleh Badan Pengawas.



BAB XI
MODAL  BADAN USAHA KOPERASI

Pasal 25

Yang dimaksud dengan modal penyertaan dalam pasal 32 Anggaran Dasar Dasar koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam adalah modal yang berasal dari pihak luar dalam bentuk kerjasama bagi hasil yang tidak mengikat.

BAB XII
SIMPANAN ANGGOTA

Pasal 26

(1)      Sesuai dengan pasal 33, 34 dan 35 Anggaran Dasar

(2)      Apabila anggota berhenti dan masih memiliki kewajiban yang harus dipenuhi, maka jumlah simpanannya tidak dapat diambil bila jumlahnya lebih kecil dari kwajiban yang harus dipenuhinya.

(3)      Apabila  setelah   dipotong  jumlah simpanannya ternyata belum mencukupi, maka kekurangan tersebut wajib dilunasi oleh anggota yang bersangkutan

(4)      Apabila    jumlah     simpanan    lebih   besar dari jumlah kewajibannya, maka yang dapat dikembalikan adalah selisihnya saja

BAB XIII
SISA HASIL USAHA

Pasal 27

(1)      Sesuai pasal 36 Anggaran Dasar

(2)      Proporsi pembagian SHU dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :
a.    Atas dasar simpanan pokok
b.   Atas dasar simpanan sukarela
c.    Atas dasar besarnya partisipasi Kegiatan Usaha

(3)      Pembagian SHU pada anggota didasarkan pada proporsi sebagai berikut :
a.    Hak atas simpanan wajib dan pokok sebesar         85 %
b.   Hak atas simpanan sukarela sebesar                    10 %
c.    Hak atas keuntungan usaha sebesar                     5 %

(4)      Pembagian SHU dari penghasilan bersih koperasi dibagikan dengan komposisi sebagai berikut :
a.    Dibagikan kepada anggota                                           =   70    %
b.   Dana pengembangan/pendidikan                                 =    9     %
c.    Dana Cadangan                                                         =    7,5  %
d.   Dana Pengurus, Pengawas dan Penasehat                     =   10    %
e.   Dana Pengembangan Daerah                                       =     1    %
f.    Dana Sosial                                                               =    2,5  %
                     ---------------  
                      100   %

(5)      Yang dimaksud dengan uang cadangan yaitu dana SHU yang tidak dibagikan tetapi dimasukan sebagai modal usaha

BAB XIV
PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN

Pasal 28

Pembubaran koperasi  Ikatan Pemuda Pemudi Paguyuban Warga Karanganyar Tenteram Batam sesuai dengan Pasal 39 poin (a) Anggaran Dasar apabila disetujui sekurang-kurangnya oleh ¾ dari jumlah anggota.

BAB XV
SANKSI-SANKSI

Pasal 29

Sanksi-sanksi seperti tercantum dalam Pasal 46 ayat 1 Anggaran Dasar dilaksanakan secara bertahap berupa :
a.             Pemberian peringatan dilakukan secara tertulis
b.             Apabila peringatan tidak diindahkan maka dilanjutkan dalam bentuk skorsing, yaitu penghentian untuk sementara hak-haknya sebagai anggota
c.             Anggota dan Pengurus dapat diberhentikan tanpa memberikan peringatan dan skorsing, apabila terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran yang dinilai sangat berat.

BAB XVI
PERATURAN KHUSUS

Pasal 30

Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga ini diatur lebih lanjut dengan peraturan khusus.
Demikian Anggaran Rumah Tangga ini dibuat di Batam, pada  tanggal 05   bulan April ,  tahun 2014 dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.